Showing posts with label Friends. Show all posts
Showing posts with label Friends. Show all posts

Jan 19, 2010

[Sekolah Kami] Where there's a will, there's a way


Namanya “Sekolah Kami”. Lokasinya di RT 3 RW 9 Bintara, Bekasi Barat. Sekolah ini berdiri tahun 2001 dan digagas oleh Dokter Irina Among Praja. Niatnya sederhana saja, memberikan pendidikan gratis untuk anak-anak pemulung dan mereka yang kurang mampu.


Sekolah Kami dibangun diatas lahan yang cukup luas yang tadinya merupakan tempat sampah warga sekitar. Siapa sangka dari tempat yang kotor dan bau, berdiri sebuah sekolah yang didalamnya terasa kental aura kasih sayang dan ketulusan. Menurut saya ini tempat yang mulia. Gimana ngga coba... lha wong Bu Irina & para guru yang mengajar disana mendidik anak-anak itu dengan sukarela dan tidak digaji, ngga semua orang bisa begitu ^^
 

Sekolah ini tidak berbadan hukum, dikelola secara kekeluargaan & gotong royong. Good thing is, karena Sekolah Kami ini benar-benar independent bisa dipastikan tidak ada ”pesan sponsor” sehingga Bu Irina cs bisa menjalankan niat mulia mereka insyaallah tanpa di-steer pihak manapun... hehe maklumlah saya kebanyakan baca berita politik jadi ketularan curigaan gitu deeeeh ;)

Kunjungan saya kesana dengan beberapa teman koq menggugah hati saya ya... Yang terpikir waktu itu, gilingan... ini orang-orang udah pada punya tabungan akhirat ajah... apalagi kalo bukan ilmu yang bermanfaat yang pahalanya mengalir teruuus... sampai jauh :)
 


Anak anak itu diajari membaca, menghitung, dan pelajaran umum lain, namun titik beratnya lebih ke pendidikan akhlak; kejujuran & sopan santun. Pada dasarnya mereka dididik untuk menjadi manusia yang beretika. Maklumlah dunia pulung memulung itu dunia yang berat, you and i have no idea how hard it is.
 


Disana mereka diajari aneka keterampilan seperti membuat pembersih lantai, sabun cair untuk cuci piring & cuci tangan. Selain itu mereka juga membuat tas dari kertas daur ulang, kartu ucapan, belajar menjahit, membuat kue, dan membuat pupuk kompos. Hebat ya! Nah... kalau kita ingin bantu anak-anak ini, yuk kita beli produk2 buatan mereka. Saya sudah coba sabun cuci piringnya dan hasilnya cukup memuaskan. Harganya juga lebih murah dibanding sabun cuci piring dengan merk "Cahaya Matahari" yang terkenal itu.
 


Anak anak ini betah datang ke sekolah, sabtu minggu meskipun libur banyak anak-anak yang datang baik untuk membuat barang kerajinan, berlatih tari dsb. Siang itu saya melihat 5 gadis remaja sedang belatih tari dibimbing 2 siswi SMU yang mengajar dengan sukarela.
 


Belajar perduli pada orang lain terutama pada mereka yang membutuhkan itu memang tidak mudah. Padahal kan didalam harta kita ada 2.5% hak mereka kurang mampu :). Sepertinya kita perlu sekali kali pakai bahasa hati untuk bisa mengerti arti sebuah makna.

Sekolah Kami
Bintara Jaya IV Dalam RT. 3 / RW. 9
Bekasi Barat 
Ph: +62 21 96083341

Dec 20, 2009

The pristines beaches of Pulau Tidung

Pic courtesy of pulauseribu.net

Orang orang menyebutnya “Little Maldives in north Jakarta”. Pulau cantik yang luasnya 106,9 Ha ini terletak di sebelah barat Kepulauan Seribu Selatan dan terbagi atas Tidung Besar & Tidung Kecil. Kedua pulau dihubungkan oleh sebuah jembatan panjang yang indah.

Nama Pulau Tidung berasal dari kata Tidung, yang artinya tempat berlindung, dulunya pulau ini sering dijadikan tempat berlindung dari bajak laut atau perompak. Menurut buku Sedjarah Djakarta Fatahillah menggunakan pulau pulau di teluk Jakarta sebagai basis pengatur strategi dalam melawan Portugis.

Tidak seperti saudara-saudara lainnya yang lebih dahulu terkenal, Pulau yang dihuni oleh lebih dari 4,000 jiwa ini boleh dibilang belum cukup populer namun kecantikannya tidak perlu dipertanyakan!
 
Untuk menuju Pulau Tidung saya dan teman-teman berangkat dari Pelabuhan Muara Angke menggunakan Public Boat berkapasitas 100 penumpang yang tarifnya Rp. 33,000 / orang. Kapal menuju Pulau Tidung saat ini hanya sekali sehari dan berangkat setiap pagi pukul 07.15 wib. Waktu tempuhnya kurang lebih 3 jam.
 
Kapal merapat di dermaga Tidung Besar kurang lebih pukul 10.30, saya dan teman-teman berjalan kaki menuju rumah Pak Asep yang menjadi host kami selama di Pulau Tidung. Belum ada cottage maupun resort di Pulau Tidung, opsi yang tersedia untuk bermalam adalah homestay atau menyewa rumah sederhana yang umumnya terdiri dari dua/tiga kamar tidur, dapur dan kamar mandi. Beberapa memiliki teras belakang yang menghadap ke pantai. Tarif berkisar antara 200 s/d 300 ribu per malam.
 
Kami memilih homestay dirumah kerabat Pak Asep yang tarifnya hanya 200 ribu / malam untuk 2 kamar. Setelah menaruh barang-barang dan makan siang, kami berangkat menuju Pulau Tidung Kecil untuk snorkeling. Jarak dari Tidung Besar ke Tidung Kecil lumayan melelahkan untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Di Pulau Tidung ada lebih dari 60 sepeda yang disewakan namun karena terlambat memesan kami tidak mendapatkan satu sepeda pun. Pemesanan sepeda sebaiknya dilakukan 1 minggu sebelum kedatangan. 

Pemandangan menuju Tidung Kecil sangat menawan, hamparan laut biru yang jernih, langit yang cerah, dan pasir lembut seputih terigu. Sesampainya di Tidung Kecil yang ternyata tidak kecil itu kami beristirahat dibawah pepohonan yang rindang dan bersiap untuk snorkeling. Kabarnya banyak dive spot yang indah di Pulau Tidung namun karena belum ada dive operator disana maka divers yang ingin diving harus membawa perlengkapannya sendiri. Saya yang tidak punya peralatan scuba lengkap cukup senang dengan opsi snorkeling hehe dari pada tidak sama sekali :P.

Snorkeling di Tidung Kecil cukup menyenangkan. Lautnya dangkal, airnya sebening kristal. Sayangnya banyak 'snorkelers' yang memilih jalan dari bibir pantai menuju ketengah karena sulitnya berenang di kedalaman 1 - 2 meter.
 
Aksi jalan ini jelas merusak karang-karang diperairan yang dangkal. Butuh waktu 1 tahun untuk menumbuhkan 0.5 - 1 cm karang dan hanya 1 injakan untuk merusaknya. Selama snorkeling saya banyak melihat gold stripped cardinalfish wara wiri diantara terumbu karang, triggerfish, yellow banded sweetlips, disana juga banyak klein's butterfly yang body-nya imut-imut itu dan saya juga sempat melihat parade school fish yes!

Selesai snorkeling dan menikmati segarnya air kelapa muda, kami berjalan kaki kearah timur menuju makam Panglima Hitam yang panjangnya 3,5 meter dan konon merupakan penghuni petama Pulau Tidung.

Menjelang senja kami pun bersiap kembali ke Tidung Besar untuk menikmati sunset. Perlahan-lahan semburat warna jingga menghiasi langit Pulau Tidung. Kami pun kembali ke penginapan untuk mandi, sholat dan barbeque!
 
Pukul 5 keesokan harinya kami berjalan kaki untuk menyaksikan sunrise. Pagi itu merupakan salah satu fajar terindah yang pernah kami lihat.
 
Setelah sarapan kami pun pamit karena harus mengejar public boat yang akan berangkat pukul 07.30. Berakhirlah perjalanan kecil kami. Ada suka dan duka, letih dan tawa yang terlebur dalam sebuah perjalanan persahabatan menaklukkan Pulau Tidung.

Dec 8, 2008

Bogor Botanical Garden

It was a little windy in Kebun Raya Bogor when i came there on Saturday with the girls...
The ambiance felt a little mystical to me
nah...
maybe it was just me *wink*


we could smell the grass as we walked

and the smell of wet soil after rain
it was definitely a physical and emotional intimacy between us and nature..






Kebun Raya Bogor,
kami jatuh hati
dan pasti kembali lagi

Sep 12, 2008

Delightful Surprise

Luv the simple words on the blue card 'hope they deserve you' ;)
thanks for your thoughtfulness guys... i am delighted!

Aug 19, 2008

Happy Independence Day!

Commemorating Indonesia's Independence Day
the girls dressed in red & white based on the color of our national flag
(and don't ask, i'm just a little rebellious)

Jun 13, 2008

Rafting

Pergi ke Citarik untuk Rafting hari Sabtu kemaren ber 56-an, providernya Arus Liar yang service nya lumayan memuaskan kecuali untuk molornya schedule rafting gara-gara nugguin boat yang available karena semuanya sedang 'menyungai'. Biaya per pax 300.000 rupiah saja sudah termasuk lunch dan highrope games yang terdiri dari elvis walk, flying fox dan pampers pool. Highrope games adalah permainan yang tepat bagi para penderita Aeroacrophobia to conquer the fear dan ternyata seperti yang sudah diduga 80% dari 56 orang teman gw adalah penderita Aeroacrophobia, dan tentu lah gw termasuk contributor yang bikin persentasenya mencapai 80.

Rafting
Biasanya kalau rapids at water level sekitar 70 cm boat bisa nampung sampai 7 orang, tapi karena kemarin cuma 50 cm jadi cuma bisa 5 orang, karena Mas Ari bilang perempuan biasanya lebih kenceng teriaknya daripada paddlingnya maka diputuskan untuk bikin group yang terdiri dari 2 perempuan dan 2 laki-laki supaya Guidenya nggak terlalu tersiksa karena harus paddle sendiri, tapi sayangnya 4 orang perempuan ini yang mirisnya gw termasuk didalamnya adalah orang2 yang selalu protes terhadap segala hal yang mengancam kesenangan dan kepentingan pribadi maupun golongan mereka, maka kita pun protes ke Mas Ari:

Gw: ‘Mas, kita nggak mau dipisah2 terus digabungin sama dua orang cowok’
Ari
: ‘Loh emang kenapa?’

Indra: ‘Bukan muhrim, Mas...’
Ari: ‘Emang lu pikir mas mas Guide itu muhrim lu gituh?’
Ayu: ‘Kalau itu karena kasusnya emergency dan merupakan bagian dari upaya menciptakan keselamatan dan kebahagiaan nggak papa Mas’
Nisa: ‘Sebenernya kita nggak mau dipisah untuk kepentingan photography Mas.. dan apa kata orang tua kami kalau nanti mereka liat foto2 rafting kita terus kita nya nggak berempat yang berarti udah melanggar kesepakatan bersama untuk saling menjaga anak-anak mereka satu sama lain..'

Akhirnya dengan cerdas Mas Ari memilih untuk nggak ambil pusing a.k.a don’t give a damn. Kemudian dia bilang ‘ya terserah lah.. kalian berempat naik boat kuning itu.. ini guide kalian namanya Mas Abu.. dan Mas Abu pun terlihat lemas, terbayang dibenaknya perjuangan yang harus ditempuhnya sendiri selama 2.5 jam mengendalikan boat, paddle yang benar, dorong2 boat kalo pas nyangkut dibatu, sendiri saja! Sementara gw, Nissa, Indra dan Ayu hanya bisa menyumbang jerit dan tawa supaya Mas Abu tetap semangat dan tidak terlalu kecewa.

Apr 21, 2008

Hit n' Miss

Hari Sabtu kemarin Club "Olahraga Ketangkasan Airsoft" kantor menggelar debute-nya disebuah combat zone dibilangan Kuningan, acaranya lumayan seru.. dan ternyata kena peluru Airsoft itu lebih monyong ya dari pada pelurunya paintball.. dan keliatannya ladies belum banyak yang tertarik ikutan game ini terbukti dari peserta ceweknya yang cuman gw, Rahma, Silvi, DJ and Mbak Yoga melawan puluhan cowok.. ayooo dong pada ikutan.. seru deh ;)

'don't shoot.. We're journalists (wannabe)!'

Feb 12, 2008

Leave the Buddhist Monk alone...


He was 'exasperatingly' unteasable haha... ;)